Lebih Baik Ambil Asuransi Unit Link

Sekarang banyak sekali buku-buku dan seminar-seminar mengatakan “ambil asuransi tradisional” saja dan jangan yang ada investasinya (Unit Link).

Buku dan dan seminar tersebut mengatakan : “kalau mau ambil asuransi maka ambil asuransi murni saja dan kalau mau investasi maka investasi di tempat lain. Jangan disatukan antara asuransi dan investasi” dan mereka memberi contoh : “kalau perlu alat untuk foto maka belilah camera dan jangan beli HP yang ada camera

Pernyataan di atas benar jika hal-hal berikut ini :

  • Anda adalah ahli ekonomi atau jago di bidang investasi.
  • Anda punya waktu banyak untuk memperhatikan naik turunnya investasi yang anda taruh.
  • Anda mau keluar uang untuk membayar ahli investasi untuk mengembangkan investasi anda.

Apakah tiap orang harus membawa camera setiap harinya ketika dia kerja atau ketika kumpul di mal-mal.?

Apakah setiap orang mempunyai kemampuan atau ahli dalam hal fotografi atau memakai camera canggih?

Apakah harga camera canggih murah?

Nah untuk menjawab hal-hal diatas maka lahirlah HP yang dilengkapi camera atau gadget yang dilengkapi camera sehingga anda dapat dengan mudah memotret/merekam momen ketika anda pergi kemanapun. Dan jika anda hobby fotografi maka belilah camera profesional. Dan jika anda hobby merekam belilah handy cam.

Anda mempunyai banyak uang/duit dan asset untuk dikelola atau dikembangkan, nah anda perlu orang yang profesional dalam pengelolaan uang dan asset anda. Anda bayar mereka tiap tahunnya untuk mengembangkan asset anda.

Dengan anda membeli asuransi Unit Link maka anda membeli asuransi plus investasi. Anda membayar sekali dan anda dapat 2 produk sekaligus yaitu asuransi dan investasi. Investasi ini akan dikelola oleh manajer investasi di tempat perusahaan asuransi itu bekerja.

Keuntungan Asuransi Unit Link :

  • Anda membeli asuransi
  • Anda mengembangkan/menginvestasikan uang anda kepada orang yang ahli di bidangnya.
  • Anda fokus ke 1 pintu saja dan tidak terpecah fokus antara asuransi atau investasi
  • Biaya pengelolaan invetasi murah karena beramai-ramai
  • Anda fokus untuk mencari nafkah/uang saja dan tidak usah memikirkan investasi anda.

Kerugian Asuransi Unit Link :

  • Premi lebih mahal sedikit karena beli asuransi plus investasi uang anda.

Keuntungan Asuransi Murni :

  • Anda membeli asuransi saja
  • Premi lebih murah karena beli asuransi saja.

Kerugian Asuransi Murni :

  • Premi hangus
  • Harus perpanjang tiap tahun. Bagaiman jika anda lupa?

Lalu jika anda ambil asuransi murni maka anda harus :

  • Belajar elemen-elemen investasi hingga anda ahli. Jika anda tidak ahli maka dijamin investasi anda akan hilang percuma.
  • Menyisakan waktu untuk melihat perkembangan investasi anda selama anda berinvestasi
  • Jika anda tidak mau susah melakukan 2 hal di atas maka anda harus membayar uang konsultasi seorang “Financial Planner” yang memberikan saran-saran untuk investasi anda.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan jika anda memakai atau menyewa seorang “Financial Planner”  :

  • Membayar Financial Planner tersebut selama anda memerlukan keahlian mereka. Anda membayar 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun atau sampai anda berhenti berinvestasi.
  • Biaya sewa “Financial Planner” tidak murah. Minimal 2 juta per tahun untuk kelas “Financial Planner” yang pemula.
  • Anda mau dikelola uang/investasi anda oleh “Financial Planner” yang pemula? Mmmm anda rela uang/investasi anda hilang gara-gara mau keluar biaya murah bayar Financial Planner yang pemula?. Memang mudah belajar investasi? Memang bisa cepat untuk bisa ahli dalam investasi?
  • Financial Planner yang profesional dibayar sesuai asset/uang anda yang akan mereka kelola.

Ujung-ujungnya biaya Financial Planner lebih mahal sekali dibanding anda invetasi di Unit Link.

So? Belilah asuransi unit link kecuali anda punya asset/uang milyaran rupiah dan rela membayar terus financial planner. Karena sudah pasti para manajer investasi yang bekerja di asuransi unit link dijamin keahliannya.

 

Tabungan dan Asuransi Pendidikan

Tabungan + Asuransi Pendidikan

Anak merupakan anugerah yang tak ternilai dari Tuhan, dan tugas kita sebagai orang tua adalah memberikan yang terbaik kepadanya. Hadiah terbaik bagi seorang anak adalah saat dia mendapatkan hak sebagai seorang anak, yaitu pendidikan yang terbaik.

Sementara itu, biaya pendidikan di Indonesia mengalami kenaikan yang luar biasa tingginya. Mari kita ingat kembali, beberapa waktu yang lalu, pada saat kita (orang tua) masih bersekolah, berapa biaya yang kita keluarkan? Apakah dengan biaya yang sama, masih bisa untuk menyekolahkan anak kita ?
Mari kita hitung berapa yang Anda harus siapkan buat anak anda.
Asumsi :
1. Anak Anda saat ini berumur 1 thn, berarti masih ada 17 thn sampai dia masuk perguruan tinggi.
2. Kenaikan biaya kuliah di Indonesia 12%

Biaya kuliah di perguruan tinggi saat ini adalah Rp 100 juta untuk 4 tahun kuliah. Maka 17 tahun lagi pada saat anak Anda akan masuk perguran tinggi, Anda harus menyiapkan dana sebesar Rp 686 juta.

Jangan lupa pula menghitung biaya yang lain seperti biaya perlengkapan kuliah, biaya hidup, dan komponen biaya kuliah yang lain, yang belum diperhitungkan diatas.

Kita mempunyai 3 pilihan :
1. Anda melakukan sesuatu
2. Anda tidak melakukan sesuatu
3. Anda melakukan segala sesuatu

Manakah yang anda pilih? tentu anda akan melakukan segala sesuatu untuk buah hati anda, dan kami dari Prudential menghadirkan asuransi untuk dana pendidikan untuk buah hati anda dengan segala proteksinya disamping asuransi pendidikan.

Untuk ilustrasi silahkan klik disini

Keunggulan Asuransi Prudential Syariah

Akhir-akhir ini banyak sekali bermunculan produk asuransi berbasis syariah seperti bumiputera yang mengeluarkan bumiputera syariah, P dengan P Syariah Assurance Account dan sebagainya. Fenomena ini ditandai dengan munculnya, PT. Asuransi Takaful Indonesia yang berdiri pada tahun 1994, sebuah perusahaan asuransi yang berbasis syariah. Fenomena ini mengundang sebuah pertanyaan. Apa keunggulan dari produk asuransi syariah?

Pertanyaan diatas adalah sebuah pertanyaan besar yang harus menjadi pertimbangan bagi kita semua. Hotbonar Sinaga, direktur utama Jamsostek, mengatakan bahwa keunggulan asuransi syariah bukan hanya berdasarkan sisi syariah seperti tidak adanya riba dalam investasi, unsur judi ataupun tidak dipenuhi dengan faktor ketidakpastian. Keunggulan nyata dari asuransi syariah, seperti juga produk keuangan syariah lainnya, tak lain adalah bagi hasil atau mudharabah. Karena itulah dalam asuransi syariah tidak dikenal adanya risk transfer tetapi lebih dikenal dengan nama risk sharing.

Keunggulan utama tersebut menciptakan keunggulan lainnya, yang membedakan produk ini secara nyata dengan produk non syariah. Dalam mekanisme pembayaran kontribusi dari nasabah, langsung dipisahkan menjadi dua yakni pertama masuk ke rekening tabarru’ atau proteksi dan yang kedua masuk ke rekening tabungan bagi hasil. Jadi sejak awal sudah dipisahkan. Kelebihannya dibandingkan asuransi konvensional dengan adanya rekening bagi hasil menunjukan bahwa sebagian premi memang sudah dialokasikan untuk dibagikan hasilnya berupa imbal hasil investasi kepada para pemegang polis.

Berbeda halnya dengan asuransi konvensional, karena tidak ada pemisahan premi maka pada tahun awal pembentukan cadangan, tidak ada sama sekali bagian yang menjadi hak nasabah pemegang polis. Sebagai akibatnya, bila pemegang polis tidak sanggup lagi melanjutkan melakukan penjualan polis kembali kepada perusahaan asurani untuk mendapatkan nilai tunai yang akan diterimanya bisa nihil. Kalaupun ada, besarnya nilai tunai pada tahun-tahun awal akan jauh berbeda dengan akumulasi premi yang pernah dibayarkannya.

Adanya rekening bagi hasil memungkinkan perusahaan asuransi syariah membagikan porsi hasil investasi dengan nasabah pemegang polis bila tidak terjadi klaim dalam satu tahun periode polis. Dalam asuransi konvensional, dikenal apa yang dinamakan no claim bonus. Yaitu, bonus yang akan diperoleh para pemegang polis khususnya dalam asuransi kerugian jika untuk beberapa tahun penutupan polis tidak pernah ada klaim yang diajukan. Dalam asuransi syariah, dengan adanya sistem bagi hasil memungkinkan pemberian bonus kepada tertanggung walapun penutupan polis baru saja berlangsung selama satu tahun. Pilihan bonus ini diberikan alternative bermacam-macam seperti disetorkan tunai, mengurangi premi periode perpanjangan, dihibahkan ke berbagai yayasan dalam bentuk infak dan shadaqah.

Namun, kendalanya di negara Indonesia produk asuransi syariah belum begitu dikenal oleh masyarakat sehingga banyak pihak yang belum mengetahui keunggulan asuransi ini. Berbeda dengan negara tetangga yakni, Malaysia, Brunei dan Singapura. Karena promosi gencar yang mereka lakukan menyebabkan pasar produk syariah tidak hanya dinikmati oleh kalangan muslim tetapi juga pihak non muslim. Tampaknya hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua.